Ada kalanya ketika kita melakukan suatu penelitian, timbul pertanyaan : Uji statistik apa yang harus saya pakai? Iya kan? Jawabannya, adalah tentu saja uji statistik yang sesuai dengan penelitian kita. Lalu uji statistik apa? Kita lanjut bertanya kembali. Well, supaya tidak terlalu bingung, langsung saja aku berikan sedikit informasi tentang penentuan uji statistik yang akan kita pakai.
penasaran?? Lanjut
Untuk menentukan uji statistik apa yang paling tepat digunakan, kita harus memahami terlebih dahulu beberapa istilah berikut.
1. Skala Pengukuran variabel
* Skala pengukuran variabel terbagi atas 4 jenis : nominal (kategorik), ordinal (kategorik) , interval (numerik) dan rasio (numerik).
2. Jenis Hipotesis
* Hipotesis dibagi menjadi 2, yakni hipotesis komparatif (membandingkan, melihat perbedaan) dan hipotesis korelatif (melihat pengaruh/ korelasi)
3. Masalah skala Pengukuran
* Untuk hipotesis komparatif, masalah skala numerik adalah bila variabel yang dicari asosiasinya adalah variabel kategorik dengan variabel numerik
* Untuk hipotesis komparatif, masalah skala kategorikal adalah bila variabel yang dicari asosiasinya adalah variabel kategorik dengan variabel kategorik
* Untuk hipotesis korelatif, masalah skala numerik adalah bila variabel yang dicari asosiasinya adalah variabel numerik dengan numerik
* Untuk hipotesis korelatif, masalah skala kategorikal adalah bila variabel yang dicari asosiasinya adalah salah satunya adalah variabel kategorik
4. Berpasangan atau tidak
* Dikatakan berpasangan jika dilakukan tes pre-post (sebelum dan sesudah)
5. Jumlah Kelompok
* Jumlah kelompok ada yang terdiri dari 2 kelompok dan ada yang terdiri lebih dari 2 kelompok.
6. Syarat Uji Parametrik dan Non Parametrik
* Syarat uji parametrik adalah jika data memiliki distribusi data yang normal dan memiliki varians yang sama (bisa juga tidak)
* Jika tidak memenuhi syarat uji parametrik maka di pakai uji non- parametrik (alternatif)
7. Prinsip Tabel BxK dan PxK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar